Budidaya ikan lele dikenal sebagai salah satu bisnis perikanan yang begitu menguntungkan. Ini dapat Anda lihat dari banyak tempat makan yang menyediakan atau menyajikan menu lele di Indonesia. Catfish telah menjadi menu makanan yang disukai banyak orang.
Namun, itu tergantung pada Anda mengenai menguntungkan atau tidak dalam melakukan budidaya ikan lele yang tentu saja membutuhkan konsistensi dan fokus tinggi dalam mengelolanya.
Budidaya Ikan Lele Mudah Dilakukan
Budidaya budidaya ikan lele tidak sulit dilakukan. Anda tidak perlu menyiapkan area yang luas untuk dapat menjalankan pertanian ikan lele. Selain itu, pemeliharaan mudah dan tidak perlu menunggu lama untuk dipanen.
Bagi Anda yang pemula ingin hanya ingin mengenal pertanian ikan lele, berikut adalah beberapa cara atau langkah -langkah dalam melakukan pertanian ikan lele yang mudah.
1. Memperhatikan Lokasi Hidup Ikan Lele
Seperti yang Anda ketahui, ikan lele adalah jenis ikan yang mudah dipelihara, karena jenis ikan lele sangat kuat untuk hidup dalam kondisi air apa pun. Namun, itu tidak berarti Anda mengabaikan kualitas air yang digunakan. Semakin baik kualitas air, semakin baik pertumbuhan ikan lele.
Suhu yang baik untuk pertanian ikan lele adalah 26-32oC. Jangan terlalu rendah, karena akan mengganggu proses pencernaan makanan dalam lele. Sementara itu, jika suhunya terlalu tinggi, pencernaan makanan akan terjadi dengan cepat. Satu hal lagi yang harus Anda perhatikan adalah ph. Pastikan kondisi tempat itu harus dalam kisaran pH 7-8 saat mulai menumbuhkan ikan lele.
Baca Juga: 5 Cara Merakit Instalasi Hidroponik dengan Benar
2. Membuat Kolam Menggunakan Terpal
Di pertanian lele, ada beberapa jenis kolam yang digunakan, yaitu kolam terpal, kolam semen dan kolam tanah. Dari tiga bahan pembuat kolam, jenis kolam terpal adalah yang termurah dan termudah digunakan untuk pertanian ikan lele.
Untuk ukuran, tidak seperti pertanian ikan lainnya, karena ikan lele tidak rumit dan sulit. Kolam dengan ukuran 5×2 meter sangat cukup untuk menampung sekitar 1000 biji ikan lele.
Jika ukuran kolam untuk budidaya ikan lele lebih dari itu, hanya dihitung menggunakan persyaratan minimum kapasitas per meter kolam. Setiap kuadrat kolam budidaya lele dapat menampung sekitar 100 biji ikan lele. Jadi, jika ukuran kolam yang Anda buat untuk pertanian lele adalah 7 × 4 meter, itu berarti dapat menampung sekitar 2000 ikan lele. Lebih baik tidak terlalu padat karena ikan lele akan mudah diserang oleh penyakit.
Dapatkan Produk Kolam Terpal Terbaik untuk Budidaya Ikan Lele di Tokopedia Tani Nusantara
3. Memilih Benih Ikan Lele Berkualitas
Sebelum Anda memilih benih untuk pertanian ikan lele, Anda harus dapat membedakan benih ikan lele untuk pembesaran dari tempat penetasan. Untuk biji lele ukuran diperbesar 5-7 cm. Saat memilih, coba ukuran seragam. Misalnya, ketika memilih biji lele yang berukuran 6 cm, itu berarti bahwa semua biji lele harus memiliki ukuran yang sama.
Baca 11 ikan hias air laut terbaik yang mudah tersedia dan dipelihara
Biji ikan lele yang berkualitas umumnya memiliki tubuh yang seimbang, antara kepala dan tubuh. Selain itu, biji lele harus bebas dari cacat, tubuh mengkilap, gerakan gesit dan tentakel radiasi (tidak pucat).
4. Persiapan Sebelum Menebar Benih Ikan Lele
Ketika kolam telah selesai, langkah selanjutnya dalam pertanian ikan lele menyiapkan kondisi kolam untuk biji ikan lele. Langkah pertama, kolam diisi dengan air bersih dan bebas dari kontaminasi limbah. Isi kolam hingga ketinggian sekitar 60 cm. Langkah kedua, persiapkan kotoran yang berasal dari kambing atau pupuk domba. Masukkan kotoran ke dalam karung dengan ukuran 1-1,5 kg/m2. Jika kolam ikan lele yang Anda buat berukuran 5 × 2 meter, berarti Anda dapat menggunakan pupuk sekitar 10-15 kg.
Selain itu, isi karung dibagi menjadi dua bobot yang sama. Jadi, di satu kolam ada dua karung kotoran. Masukkan pupuk kandang (tidak dihapus dari karung) ke dalam kolam. Anda dapat meletakkannya di tepi atau di tengah, yang penting adalah posisi karung akan mengambang dan bergerak dengan bebas. Setelah seminggu, angkat kedua karung yang berisi pupuk. Namun, sebelum diangkat, celupkan karung berulang kali ke kolam sehingga kandungan pupuk benar -benar diserap oleh air. Anda dapat menyebarkan benih ikan lele saat karung telah terangkat total.
5. Menebar Benih Lele yang Benar
Langkah selanjutnya dalam pertanian ikan lele adalah menyebarkan benih. Sebelum Anda menyebarkan benih ikan lele Ika, letakkan benih lele pertama ke dalam wadah bahan plastik. Cara menyebarkannya harus dilakukan dengan memiringkan wadah dan mengeluarkan benih ikan lele kecil demi sedikit.
Waktu yang tepat untuk penyebaran benih ikan lele adalah di pagi atau sore hari, karena ketika dilakukan pada siang hari, kondisi airnya sangat panas sehingga berpotensi menyebabkan kematian biji ikan lele karena stres.
6. Pengelolaan Air dan Pemberian Pakan Ikan Lele
Dalam pertanian lele, ada dua hal penting yang harus Anda perhatikan setelah menyebarkan benih ikan lele, yaitu pengelolaan dan pemberian makan air. Berikut adalah beberapa poin yang harus diperhatikan:
- Air yang digunakan di kolam pembuatan ikan lele tidak disarankan untuk diganti sebelum periode panen. Kondisi air harus tenang dan tergenang. Hindari menguras air dengan sirkulasi karena memiliki potensi untuk mengurangi stabilitas pH kolam.
- Penambahan air di kolam pertanian ikan lele dapat dilakukan setelah biji lele diletakkan dan diberi pakan pertama. Lakukan secara bertahap setinggi 20-30 cm per jenis pakan tertentu sampai akhirnya mencapai 120 cm yang digunakan sampai periode panen.
- Poin berikutnya dalam pertanian lele adalah pemberian makan ikan lele. Umpan lele harus diberikan 5-6 kali sehari. Jarak makan adalah sekitar 2-3 jam. Berikan pakan ketika matahari telah terbit sehingga polusi yang mencemari daerah di sekitar kolam budidaya ikan lele dapat hilang terlebih dahulu terpapar sinar matahari.
- Jangan berikan pakan lele saat hujan, karena air hujan memiliki potensi untuk memberikan zat asam pada pakan yang diberikan. Pakan yang terkontaminasi akan mengganggu kesehatan ikan lele. Jadi, tunggu sampai hujan berhenti jika Anda ingin memberikan pakan di pertanian ikan lele.
7. Saatnya Panen Ikan Lele
Budidaya pembesaran ikan lele hanya membutuhkan waktu 2-3 bulan untuk panen. Ketika waktu panen tiba, dosis lele 1 kg adalah 7-8. Gunakan peralatan panen yang terbuat dari licin dan halus agar tidak menyebabkan lepuh pada ikan lele.
Cara memanennya, yaitu dengan melihat air kolam terlebih dahulu. Kemudian, gunakan semprotan untuk menangkap ikan lele dan dimasukkan ke dalam wadah yang terbuat dari plastik. Anda juga dapat menggunakan jaring jika air kolam masih cukup banyak.